BudayaDaerahEkonomiNasional

PENGDOKUMENTASIAN SITUS MEGALITIK DAN OBJEK PEMAJUAN KEBUDAYAAN RAWAN PUNAH SEBAGAI WARISAN BUDAYA DI KABUPATEN NIAS BARAT – SUMATERA UTARA

408
×

PENGDOKUMENTASIAN SITUS MEGALITIK DAN OBJEK PEMAJUAN KEBUDAYAAN RAWAN PUNAH SEBAGAI WARISAN BUDAYA DI KABUPATEN NIAS BARAT – SUMATERA UTARA

Share this article

PENGDOKUMENTASIAN SITUS MEGALITIK DAN OBJEK PEMAJUAN KEBUDAYAAN RAWAN PUNAH SEBAGAI WARISAN BUDAYA DI KABUPATEN NIAS BARAT – SUMATERA UTARA

Lembaga Media Kreatif Bangsa Jakarta

 

Didukung oleh:

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi

Lembaga Pengelola Dana Pendidikan

Danaindonesiana

 

[email protected]

Jl. Ciledug Raya No.15, RT.011/RW.3, Petukangan Sel., Kec. Pesanggrahan, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12270

 

ABSTRAK

 Warisan budaya benda adalah warisan budaya yang bisa dilihat dan dirasakan dengan indera dengan mata dan tangan, misalnya seperti berbagai artefak atau situs yang ada di sekitar. Warisan Budaya Takbenda adalah berbagai praktik, representasi, ekspresi, pengetahuan, keterampilan serta instrumen, obyek, artefak dan ruang-ruang budaya terkait dengannya bahwa masyarakat, kelompok dan, dalam beberapa kasus, perorangan merupakan bagian dari warisan budaya tersebut. Situs Megalitik merupakan benda hasil budaya yang ditinggalkan oleh manusia pada zaman dahulu yang tidak hanya berbentuk bangunan dari batu-batu besar namun ada juga dari batu-batu kecil asalkan diperuntukan pemujaan terhadap leluhur atau nenek moyang. Warisan budaya benda dan tak benda serta situs megalitik yang ada di Nias Barat merupakan salah satu warisan budaya rawan punah yang harus tetap dijaga dan dilestarikan.

Adapun fokus pada penelitian ini adalah warisan budaya benda yaitu situs megalitik yang tersebar di Kabupaten Nias Barat dan warisan budaya tak benda. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data dilakukan dengan teknik analisis kualitatif yang meliputi pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Sedangkan teknik keabsahan data, peneliti menggunakan teknik triangulasi data dan metode. Hasil penelitian ini menyatakan bahwa Situs Megalitik yang ada di Nias Barat tersebar dalam 5 Kecamatan dan terdapat dibeberapa desa, yaitu (a) Situs Megalitik Kecamatan Mandhrehe: Situs Megalitik Desa Simaeasi, Situs Megalitik Tekhembowo, Situs Megalitik Hiligoe, Situs Megalitik Desa Lologulo Marga Gulo, dan Situs Megalitik Tuhemberua (b) Situs Megalitik Kecamatan Mandrehe Utara: Situs Megalitik Balodano, Situs Megalitik Osa osa (c) Situs Megalitik Kecamatan Ulu Moro’o: Situs Megalitik Hili Lawelu, Situs Megalitik Behu Marga Waruwu, (d) Situs Megalitik Kecamatan Lolofitu Moi: Situs Megalitik Desa Wango dan Situs Megalitik Ara Fundrako Marga Waruwu (e) Situs Megalitik Gowawambea dan tujuh titik lainnya. Adapun warisan budaya benda di dominasi oleh pakaian adat, rumah adat dan alat-alat kesenian. Sedangkan warisan budaya tak benda meliputi Fandrako (musyawarah) untuk memutuskan suatu perkara. Tradisi upacara kebudayaan dan tarian khas nias barat.

Kata Kunci: Situs Megalitik, Warisan Budaya, Objek Pemajuan Kebudayaan, Nias Barat

 

REFERENSI

Arikunto, Suharsimi. (2000). Manajemen Penelitian. Jakarta: Rineka Cipta.

Arikunto, Suharsimi. (2012). Prosedur Penelitian. Jakarta: Rineka Cipta.

Arnifelis Gulo, (2022). Pemanfaatan Situs megalitikum Sebagai Sumber Belajar Sejarah di Kecamatan Mandrehe. Medan: Universitas Islam Sumatera Utara.

Ayatrohaedi. (1986). Kepribadian Budaya Bangsa (Local Genius). Jakarta Dunia: Pustaka Jaya.

Ayu Kusumawati & Haris Sukendar. (2004). Megalitik Bumi Pasemah Peranan Serta Fungsinya. Proyek Pengembangan Media Kebudayaan Direktorat Jenderal Kebudayaan Departemen Pendidikan Nasional Republik Indonesia.

Departemen Kebudayaan dan Pariwisata Balai Pelestrian Peninggalan Purbakala Banda Aceh. (2006). Album Benda Cagar Budaya Megalitik Nias. Aceh: Departemen Kebudayaan dan Pariwisata Balai Pelestrian Peninggalan Purbakala Banda Aceh.

Galla. (2001). Guidebook for the Participation of Young People in Heritage. Conservation Brisbane, Hall and Jones Advertising.

Gulo, A., Matondang, S. A., Sumantri, P.  (2022).  Pemanfaatan Situs megalitikum Sebagai Sumber Belajar Sejarah Di Kecamatan Mandrehe. Education & Learning Journal. Volume 2( No 2), 159-165.

Harefa, Budimawati dan Arozatulo Bawamenewi. (2023) Analisis Nilai-Nilai Budaya Dalam Famotu Ono Ihalo (Nasihat Kepada Pengantin Perempuan) Di Pesta Pernikahan Adat Nias Di Kota Gunungsitoli. Primary Education Journals. Vol. 3 No. 2 Tahun 2023. P-Issn: 2776-1703; E-Issn: 2776-4796.

Hopp, Van Der. (1932). Megalitic Remains in South Sumatera. Netherlands: W, J. Theime &Cie Zuthpen.

Keputusan Bupati Nias Barat No 430 – 823 Tahun 2020 Tentang Pokok Pikiran Kebudayaan Daerah Nias Barat.

Ketut Wiradnyana. (2008). Proses Pembuatan Situs Megalitik Nias sebagai Bagian Sistem Upacara Owasa (Studi Kasus Proses Sebagai Sebuah Sistem Upacara Owasa di Situs Megalitik Orahili Fau). Medan: Badan Arkeologi Medan.

Koentjaraningrat. (2013). Pengantar Ilmu Antropologi. Jakarta: Rineka Cipta.

Koestoro, Luca Partanda dan Ketut Wiradnyana. (2007). Tradisi Megalitik di Pulau Nias. Medan: badan Arkeologi Medan.

Kusumawati, Ayu dan Haris Sukendar. (2003). Megalitik Pasemah Peranan serta Fungsinya. Jakarta: Puslitbang Arkesnas.

Marijan, Kacung. (2015). Panduan Pencatatan, Penetapan, dan Penominasian Warisan Budaya Takbenda Indonesia. Jakarta: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Direktorat Jenderal Kebudayaan Direktorat Warisan Dan Diplomasi Budaya.

Moleong, Lexy J. (2017). Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: Remaja Rosdakarya

Pokok Pikiran Kebudayaan Daerah Kabupaten Nias Barat Tahun 2018

Soekmono. (1973). Pengantar Sejarah Kebudayaan Indonesia Jilid I. Yogyakarta: Yayasan Kanisius.

Sagimun M.D. (1987). Peninggalan Sejarah Tertua Kita. Jakarta: Haji Masagung.

Sugiyono (2014). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, kuantitatif, dan R&B. Bandung: Alfabeta

Sukendar. (1996). Fungsi Arca Menhir di Indonesia. Depok: Disertasi Fakultas Sastra Universitas Indonesia.

Wagner, FA. (1962). Indonesia: The Art of an Island Group. Art of the World Series.

Wagner, H. G. Q. (1962). Indonesia: The Art of an Island Group. New York: Art of The World Series.

 

Full PDF

ARTIKEL JURNAL – NIAS BARAT

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *